
Akhirnya aku selesai juga membaca Three Cups Of Tea. Buku yang cukup tebal. Aku menghabiskan waktu tiap malam, setelah pulang kerja dan beberapa aktifitas lain di rumah, selama satu minggu. Isinya lebih dari sekedar bagus karena ini menceritakan pengalaman seorang pendaki gunung yang kemudian 'beralih profesi' menjadi pekerja kemanusiaan. Ceritanya benar² menyentuh.
Seperti kata Mary Bono, bahwa setelah membaca buku tersebut sosok sentral dalam kisah ini akan menjadi pahlawan bagi kita. Adalah Greg Mortenson. Yang peduli terhadap sesama tanpa memandang agama, ras, gender, kebangsaan dan sebagainya. Ia dengan tulus membantu anak² Pakistan (dan kemudian Afghanistan)untuk meraih pendidikan meskipun 'hanya' pendidikan dasar.
Aku tidak banyak tahu tentang konflik dan segala macam intrik yang terjadi di wilayah tersebut selain bom dan perang yang nyaris tak berkesudahan. Dari kisah inilah aku mendapat cakrawala baru tentang hal² yang harus dijalani anak² di sana. Bukan bermaksud mengagung-agungkan, tapi memang layak jika Mortenson kemudian disebut pahlawan, setidaknya bagi anak² yang kurang beruntung dalam pendidikan di sana.
Mengharukan ketika penulis bercerita tentang kedekatan Mortenson dengan Haji Ali, sang nurmadhar sekaligus 'ayah keduanya'. Aku seakan ikut merasakan kesedihan Mortenson ketika Haji Ali wafat. Kala itu ia sedang tidak di Pakistan. Tapi ada satu episode yang juga tak kalah mengharukan yaitu ketika Mortenson merasa bahwa seluruh perjalanan hidupnya seolah terpapar dengan jelas di benaknya. Dari awal kisah pendakiannya yang gagal, lalu ia ditolong oleh keluarga Haji Ali, kedekatan hubungan mereka, menggalang dana, membangun jembatan dan sekolah-sekolah.
Ada tantangan dan cita² serta tanggung jawab baru yang sedang dijalaninya. Merintis sekolah bagi anak² kurang beruntung, pengungsi dan korban perang di Afghanistan. Sebuah tugas yang pasti jauh lebih berat baginya mengingat konflik yang terjadi di sana. Namun dia telah menunjukkan dengan sangat baik bahwa usaha disertai niat tulus dan ikhlas jauh lebih baik dan mulia dibanding apapun, bahkan dibandingkan dengan semua yang dihasilkan dari usaha itu sendiri.
Buat vivi sekeluarga...semoga Allah SWT selalu melimpahkan RahmatNYA untuk kalian. Amin.
GREG MORTENSON
|
|
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)













3 komentar:
andai saja di indonesia ada 10 saja orang seperti mortenson, aku yakin indonesia akan bebas buta huruf
Amin...
aku juga suka bgt buku ini
salut buat greg mortenson :)